ESSAY PEMUDA

 

SAATNYA YANG MUDA MENJADI PELOPOR BANGSA

Indonesia adalah sebuah bangsa yang memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah. Masyarakatnya dikenal ramah-tamah. Sebagian masyarakatnya bekerja sebagai petani dan nelayan. Selain memiliki kekayaan  alam  melimpah, bangsa ini mempunyai cerita sejarah yang begitu panjang. Bangsa ini lahir karena adanya perjuangan dari rakyatnya. Untuk memperoleh kemerdekaan bangsa ini harus berjuang dengan keras, melewati segala rintangan yang ada. Dahulunya negara ini adalah negara jajahan Portugis, Belanda, dan Jepang. Belanda merupakan negara yang paling lama menjajah Indonesia, yaitu selama 3,5 abad.  Para penjajah ingin menjajah Indonesia karena bangsa ini  memiliki kekayaan alam yang melimpah , serta masyarakatnya dikenal ramah-tamah. Sikap bangsa Indonesia yang terbuka oleh siapapun inilah yang membuat para penjajah  berinisiatif  ingin mengambil kekayaana alam yang dimiliki oleh Indonesia  untuk dijual di negaranya. Mereka memaksa  rakyat Indonesia untuk bekerja  keras mengumpulkan rempah-rempah dan hasil bumi lainnya. Mereka membangun akses jalan untuk mempermudah pengambilan rempah-rempah dengan mempekerjakan rakyat Indonesia. Rakyat yang dipekerjakan  tidak diberi upah dan makan. Tidak sedikit korban meninggal akibat kerja paksa tersebut.

Hal ini mendorong rakyat Indonesia untuk melakukan perlawanan terhadap penjajah. Mereka sangat berantusias mengusir penjajah dari bumi pertiwi. Apapun yang mereka miliki mereka korbankan untuk bangsa ini  walaupun nyawa sebagai taruhanya. Demi kemakmuran bumi pertiwi di masa mendatang, setetes darah yang mereka korbankan sangatlah berarti untuk bangsa Indonesia. Hanya bermodalkan semangat dan persenjataan yang hanya berupa bambu runcing saja- mereka tetap berfikir optimis untuk bisa mengusir penjajah dari negeri ini. Perlawanan dilakukan  di berbagai daerah seperti perlawanan Pattimura di Maluku, perlawanan Hasanuddin di Makasar, sampai terjadinya peristiwa  10 November yang dipimpin oleh Bung Tomo yang menewaskan Aubertin Walter Sothern (A.W.S.) Mallaby. Dalam peristiwa inilah para penjajah sangat geram bahkan ingin menghancurka kota Surabaya, namun para pejuang kita tidak mengenal rasa takut, mereka bersatu bersama ingin mengalahkan Belanda. Sampai akhinya Belanda menyerah dan meninggalkan kota Surabaya.. setelah belanda menyerah dan kembali ke negara nya.  Jepang kembali menduduki Indonesia, namun pemerintahan jepang tidak terlalu lama akibat adanya kekalahan Jepang terhadap Sekutu dalam beberapa pertempuran, hal inilah yang menyebabkan  pertahanan dari penjajah berkurang. Di situlah para pahlawan membentuk strategi yang baik untuk mengalahkan penjajah. Sampai terjadinya pertempuran yang sangat dahsyat, akhirnya penjajah mengaku kalah dan meninggalkan Indonesia.

Waktu itu pemerintahan di Indonesia mengalami kekosongan. Golongan tua dan muda tidak ingin terlalu lama bangsa ini mengalami kekosongan. Sampai  akhirnya terjadi peristiwa Rengasdengklok dimana golongan tua dan muda menyembunyikan Ir. Soekarno dan Moh. Hatta.  Mereka ingin agar Ir. Soekarno dan Moh. Hatta menjadi pemimpin bangsa ini serta secepatnya memerdekakan Indonesia, dan akhirya diputuskan bahwa tanggal 17 Agustus 1945 ditetapkan sebagai hari kemerdekaan Indonesia. Keesokan harinya Ir. Soekarno yang didampingi Moh. Hatta, membacakan teks proklamasi kemerdekaan, yang menandakan bahwa Indonesia telah merdeka. Hal ini diakui oleh bangsa Indonesia, dan baru diakui oleh dunia pada tanggal 18 Agustus 1945.

Kemerdekaan  merupakan  hadiah yang sangat istimewa dari para pahlawan untuk bangsa ini. Bagaimana tidak, selama berabad-abad kita diduduki bangsa lain dan akhirnya sekarang dan untuk selamanya kita akan memimpin dan membangun negara kita tercinta ini tanpa adanya paksaan dari negara lain.

Untuk itu sebagai generasi muda, kita harus menanamkan jiwa patriotisme dan nasionalisme. Sebagai pertahanan dan keamanan bangsa ini dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila, Masa muda merupakan masa  yang  penuh  dengan  harapan,  penuh  dengan  cita-cita, dimana nantinya generasi muda inilah yang akan menjadi tulang punggung bagi Negara Indonesia tapi pada kenyataannya generasi muda saat ini kurang memiliki jiwa nasionalisme, perilaku mereka cenderung merugikan bangsa. Seperti tawuran, minum-minuman keras, narkoba, free sex, bahkan lebih parahnya mereka tidak mau menghormati  Sang Merah Putih. Menurut mereka bendera hanyalah sekedar kain yang berkibar di tiang dan tidak mempunyai makna apapun. Padahal bendera tersebut merupakan simbol dari keberanian dan keikhlasan dari para pahlawan untuk Bangsa Indonesia. Merebutnya pun sangatlah sulit, butuh pengorbanan yang sangat keras . Padahal bangsa ini memerlukan penerus yang bijak, jujur , adil ,dan merakyat, jika generasi mudanya seperti ini …… Mau dibawa ke mana negara kita nantinya????  Siapa yang patut disalahakan????  Itulah pertanyaan kita saat ini .

Pantaskah kita sebagai pemuda melakukan perilaku yang seperti itu?, Tidakkah kita sadar bahwa negeri kita tercinta ini membutuhkan sosok pemimpin yang lebih baik. Kalau bukan kita yang merubah itu semua lantas siapa lagi, orang tua kita menangis saat melihat kita berbuat  seperti itu, apakah kita merasa bangga akan perilaku kita, yang merugikan bangsa. Pernahkan kita merenung tentang perjuangan para pahlawan kita dan terniang di benak kita bahwa pengorbanan  para pahlawan untuk bangsa ini begitu besar. Coba lihat bangsa kita saat ini, bangsa kita sangatlah tertinggal jauh oleh bangsa lain. Negara kita kini telah dijajah dalam bidang teknologi, yang dimana   semua itu dapat mempengaruhi pola pikir dari masyarakat kita, masyarakat yang dahulunya  terbuka, ramah tamah, perlahan menjadi masyarakat yang malas, emosional tinggi, menjadi orang yang indivualistik, itu semua karena dampak dari teknologi. Seharusnya kita sebagai pemuda harus bisa menjadi pelopor untuk negara kita sendiri, kita bantu sudara-saudara kita yang telah berjuang terlebih dahulu untuk bangsa ini dengan cara menjaga budaya jangan sampai diambil oleh bangsa lain dan sayangilah produk dalam negeri, jangan membanggakan produk buatan negara asing.  Jangan kita terjerumus ke dalam hal menyesatkan. Jika kita dapat membentengi diri kita dengan iman, dan menerapkan nilai-nilai yang diajarakan Pancasila  tentulah kita tidak akan terjerumus dalam hal-hal yang buruk.  Tuhan menciptakan Manusia dengan porsi yang sama, jika kita dapat menggali potensi tersebut tentu kita dapat membuat negara ini semakin maju dan tidak kalah dengan bangsa lain.serta tidak terjerumus dalam hal-hal yang negatif. Sebagaimana Syekh Mustofa Al-Ghalayaini seorang pujangga Mesir berkata: Sesungguhnya pada tangan-tangan pemudalah urusan umat dan pada kaki-kaki merekalah terdapat kehidupan umat” betapa pentingnya peranan generasi muda sebagai generasi  penerus bangsa.

Wahai generasi muda kita adalah calon pemimpin di masa yang akan datang janganlah kalian menodai citra bangsa ini dengan perilaku yang tidak terpuji jadilah manusia yang bisa berguna bagi bangsa dan agama. Orang tua kita membesarkan kita agar kita nantinya dapat meneruskan perjuagan para pahlawan . Tanamkan pada diri kita jiwa nasionalisme dan patriotisme, jadikanlah para pahlawan sebagai suri tauladan bagi kita, dan janganlah menjadikan koruptor, narapidana sebagai suri tauladan  kita. Sesungguhnya orang yang tidak memiliki jiwa nasionalisme adalah orang yang tidak mencintai tanah air dan tidak menghargai perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. Kalau bukan kita yang menjaga bangsa ini, Siapa Lagi???? Kita adalah Pahlawan Penerus Bangsa!!!!!!! Sebagai generasi  muda khususnya generasi muda muslim yang baik hendaknya kita berpegang teguh pada Al-Quran dan Alhadist, jadikanlah sejarah para pahlawan sebagai panutan  kita semua selaku generasi muda saat ini dan yang akan datang agar memiliki semangat juang yang tinggi serta tanggung jawab yang penuh terhadap kelangsungan Nusa Bangsa dan Agama yang kita cintai ini, sebab, The Young today is The leader tomorrow pemuda hari ini merupakan pemimpin di masa mendatang.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam mengajarkan kepada kita bahwa pemuda adalah aset utama bangsa dan penerus estafet kepemimpinan. Nabi Muhammad misalnya mengingatkan dalam sabdanya sebagai berikut:

اُوْصِيْكُمْ بِالشَّبَابِ خَيْرًا فَاِنَّهُمْ اَرَفُّ اَفْئِدَةً اِنَّ اللهَ بَعَثَنِيْ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا فَخَالَفَنِى الشُّيُوْخُ ثُمَّ تَلاَ قَوْلَهُ تَعَالَى فَطَالَ عَلَيْهِمُ اْلاَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوْبُهُمْ.

“Aku wasiat-amanatkan kepadamu terhadap pemuda-pemuda (angkatan muda) supaya bersikap baik terhadap mereka.Sesungguhnya hati dan jiwa mereka sangat halus. Maka sesungguhnya Tuhan mengutus aku membawa berita gembira, dan membawa peringatan. Angkatan mudalah yang menyambut dan menyokongaku, sedangkan angkatan tua menentang dan memusuhi aku. Lalu Nabi membaca ayat Tuhan yang berbunyi: “Maka sudah terlalu lama waktu (hidup) yang mereka lewati, sehingga hati mereka menjadi beku dan kasar”.

Ahli hikmah mengatakan, siapa yang tumbuh pada masa mudanya dengan orientasi, akhlak, kepribadian, karakter tertentu, maka rambutnya akan memutih dalam kondisi ia memiliki karakter yang telah diperjuangkannya itu (man syabba syaaba ‘alaihi).

Imam Syafii mengatakan: Sungguh pemuda itu distandarisasi dari kualitas ilmu dan ketakwaannya. Jika keduanya tidak melekat pada struktur kepribadiannya. Ia tidak layak disebut pemuda. Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan (syubbanul yaum rijalul ghod).

Allah Subhanahu Wata’ala mengingatkan kepada kita agar tidak meninggalkan generasi yang lemah. Lemah iman, lemah ilmu, lemah akhlak, dan lemah ekonomi.

وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْتَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللهَ وَلْيَقُولُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا

Artinya: Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.” (QS: An-Nisa/4:9).

Dari firman dan hadist di atas apakah kita masih tidak mau merubah diri kita untuk menjadi lebih baik? Tidak maukah kita seperti pemuda yang ada di luar sana yang telah mengharumkan nama bangsa ini di dunia? Tidak maukah kita membantu saudara-saudara kita untuk mewujudkan mimpi bangsa kita menyejahterakan rakyat Indonesia? Kita adalah anak Indonesia, sudah menjadi kewajiban kita untuk mengabdi kepada  negara kita tercinta yaitu Indonesia. Saat nya yang muda yang memimpin Indonesia, tunjukkan kepada dunia bahwa pemuda Indonesia layak sebagai pemimpin.

 

Iklan

2 pemikiran pada “ESSAY PEMUDA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s